Dewasa Itu Pilihan Tapi Kadang Dewasa Itu Memiliki Sifat Memaksa

Setujukah Kamu Dengan Opini White Lies Ataupun Dusta Putih?

Betul memang jika dibilang dewasa itu adalah pilihan hidup. Dimana orang bisa memilih ingin menjadi dewasa, atau terus menjadi seorang yang kekanak-kanakan. Yang hanya tahu menerima jadinya saja. Tidak ingin mengetahui bagaimana proses dan tidak ingin merasakan prosesnya. Ingin hasilnya saja dan menikmati hasil. Banyak orang yang ingin seperti itu. Bahkan tidak sedikit orang yang sudah tua, yang sudah berkeluarga, tapi masih memiliki pola pikir yang kekanak-kanakan. 

Dewasa Itu Pilihan Tapi Kadang Dewasa Itu Memiliki Sifat Memaksa

Perlu kita ingat dan tegaskan pada diri kita sendiri. Bahwa, saat kita bisa memenuhi kebutuhan kita atau bisa menghidupi orang lain. Bukan berarti kita sudah lulus dan pantas dikatakan dewasa. Karena dewasa maknanya tidak sesempit itu, tidak sesederhana itu. Dewasa itu complicated. Rumit sekali untuk menjadi dewasa dan berlaku dewasa. Makanya semua orang itu diberikan kesempatan untuk memilih mau menjadi dewasa atau tidak. Dengan cara, mengalami masalah. Semua orang pasti pernah memiliki masalah, pernah mengalami kesulitan dalam hidupnya. Tidak hanya sekali bahkan berkali-kali. 

Mungkin tidak dalam hal yang sama, tapi kesulitan yang dialaminya beragam. Dan itu adalah ujian dimana kita bisa layak dikatakan dewasa atau tidak. Dari segala macam masalah dan kesulitan itu, kita diuji. Dan dari sana akan dilihat bagaimana kita menghadapi dan merespon masalah yang ada. Sehingga bisa terlihat sedewasa apa kita untuk perkara-perkara kecil maupun perkara besar. Jadi bersyukurlah kalian yang mengalami kesulitan dan masalah. Karena kalian diberikan kesempatan untuk mengetahui seberapa dewasanya anda. 

Tapi ada juga orang yang dari kecil, sudah langsung dihadapkan dengan berbagai masalah. Sudah dibawa dalam segala kesulitan hidup yang tidak banyak dialami oleh orang-orang yang sepantarannya. Dia bahkan tidak sempat bisa memilih untuk menolak dewasa. Tapi keadaannya memaksakan dia untuk memilih itu. Sehingga kedewasaan yang dia miliki bersifat terpaksa. Tapi lama-lama akan terbiasa. Tapi disini jelas kita mengetahui, bahwa kadang dewasa itu adalah satu-satunya pilihan yang harus kita pilih.