Abah Grandong Pemakan Kucing, Akan Segera di Periksa

Beberapa waktu yang lalu media sosial dikejutkan dengan peristiwa seorang pria yang memakan kuncing dengan hidup-hidup. Hal itu membuat pria tersebut dipertanyakan kejiwaanya. Apa sengaja melakukan hal itu dikarenakan lapar atau hal tertentu bahkan menyangkut dengan jiwanya.

AKBP Arie Ardian yang merupakan Wakapolres Metro Jakarta pusat menerangkan jika yang bersangkutan akan segera diperiksa kejiwaanya oleh kepolisian dalam waktu dekat.

Ia juga menambakan jika Polisi dalam waktu dekat akan memeriksa orang yang diketahui Abah Grandong sang pemakan kucing untuk dimintai keterangan. Tidak hanya itu kabarnya Abah Grandong juga akan segera menyerahkan diri ke Polda Metro jaya dalam waktu dekat.

”Ya, pasti kejiwaanya akan kami periksa, mengapa sampai memakan kucing hidup-hidup apa emangnya.”ungkap Arie.

”Nanti kami akan periksa beliau (Abah Grandong) dan mintai keterangan.”

Rupanya alasan Abah Grandong yang memakan kucing dalam keaadan hidup sudah diungkapkan oleh Syaiful Anwar Kapolsek Kamayoran, ia menerangkan jika pria tersebut yang memakan kucing dalam keadaan mentah dan hidup hanya menakuti beberapa pedagang PKL yang belum mau menutup tempat jualannya karena berada di lahan sengketa itu.

”Dia itu mau nakuti pedagang PKL disana, supaya mereka pada pedagang segera tutup lapak warung. Suruh matikan lampu enggak ada yang mau, jadi dia lihat ada kucing dia ambil dia makan supaya nakuti warga disana.”ungkap Syaiful.

Abang Grandong sendiri memang sedang viral di media sosial usai dia terekam video sedang memakan kucing dalam keadan hidup. Video tersebut di unggah oleh akun IG @jadetabek.info dan dalam keterangan tersebut dituliskan seorang pria memakan kucing dengan keadaan hidup dan berada di daerah Kemayoran.

Masih belum diketahui bagaimana nasib abah Grandong mengingat kabarnya ia bisa dipenjara karena melakukan pembunuhan hewan secara terang-terangan dengan ancaman hukuman hingga 9 bulan penjara bahkan 1,2 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *